Mawar

Cantik sekuntum mawar tak pernah tiba pada matangnya
Setengah mekar telah harus dipungut dari segala asa
Lepas meninggalkan tangkai yang berharap ia dewasa
Semata karena indah rupa yang tak bertara.

Lama kini ia merindu pada sentuhan embun basah
Yang dulu hadir bersama kilau saat pagi mulai merekah
Namun sesal tiba sudah, ketika tubuhnya tercerabut lemah
Berserak sepanjang jalan, tempat lewat pengarak jenazah.

Lembar mahkota mawar tersapu angin ke tepi jalan
Dipungut tangan renta berbalut kulit keriput
Tersisa sebuah damba memperpanjang kisah petualangan
Meski sekedar untuk diseduh air panas dan diseruput.

Mawar cantik yang bersegera pada manisnya hidup
Mendapati pahit dalam kisah panjang tak bertutup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s