Karaboudjan

Nama yang terdengar merdu itu tertulis dengan huruf kapital pada lambung kapal yang megah; mudah terbaca dan menggambarkan kebanggaan sang kapten atas apa yang dipimpinnya. Kapal itu sendiri tampak anteng, tak bergolak oleh debur ombak, dan tak berhasil merebut perhatian dari hiruk-pikuk pelabuhan serta cecuit burung camar. Tapi di balik ketenangannya, sebuah drama pemberontakan tengah terjadi. A mutiny.

Kapten kapal yang gemar mabuk telah dilumpuhkan dan dikurung di dalam palka; sendirian dan frustrasi. Sementara pimpinan pemberontak sudah siap membawa kapal itu pada perjalanan yang tak terjadwal, yang akan mengawali petualangan panjang hingga benua seberang. Semua rencana tinggal dijalankan untuk sebuah tujuan jahat, kecuali bahwa seorang wartawan muda berambut kuncung, ditemani anjing kecil berjenis terrier, bakal menggagalkan semuanya.

Dalam versi komik dan film animasi serialnya, petualangan Tintin di atas ada di bawah judul Kepiting Bercapit Emas, atau The Crab with the Golden Claws. Ini adalah episode–yang masih berangkai dengan dua episode berikutnya–yang membawa perkenalan pertama saya dengan tokoh Tintin, lewat buku komik yang dipinjam oleh kakak saya dari temannya. Dan setelah menyaksikan keseluruhan episode dalam bentuk film serialnya beberapa tahun kemudian, saya dapati Kepiting Bercapit Emas adalah yang paling menarik; adegannya seru, alurnya cepat, dan setting-nya kaya.

Ketertarikan saya pada episode ini agaknya tidak sendirian. Steven Spielberg memilihnya untuk dibuat ulang dalam bentuk layar lebar, di mana ceritanya sekaligus menggabungkan tiga episode yang berangkaian, yaitu bersama The Secret of the Unicorn, dan Red Rackham’s Treasure. Menyaksikan kisah ini lagi, dalam versi layar lebar dengan teknologi animasi yang jauh lebih canggih, serentak menjadi nostalgia. Dan setiap nostalgia punya nilai meraih kembali konteks kemasaduluan, yang masih serba terbatas dalam pengetahuan. Saat dulu itu, ketika sebuah buku komik menghadirkan wajah-wajah belahan dunia lain kepada seorang anak yang terisolir dari sumber informasi, yang lebih hadir padanya adalah imajinasi, bukan afirmasi.

***

Setelah bertolak dari pelabuhan itu–yang bisa diasumsikan berlokasi di Belgia–kapal Karaboudjan mengalami kehebohan dalam pelayarannya di tengah lautan. Sang kapten yang tersandera berhasil meloloskan diri bersama Tintin dan anjingnya dengan menggunakan kapal sekoci. Upaya pengejaran oleh pemberontak dengan pesawat justru memberi ketiga jagoan itu alat transportasi baru. Perjalanan Tintin berikutnya, yang menggunakan pesawat itu, juga diwarnai ketegangan. Pesawat dipaksa menembus badai, dan akhirnya mendarat dengan sangat tidak layak di gurun Sahara. Latar cerita segera berpindah di lokasi dengan kondisi geografis dan budaya berbeda.

Di Maroko, tak jauh dari gurun tempat Tintin dan sang kapten terdampar, kapal Karaboudjan berlabuh. Namanya telah diganti dengan nama lokal; tertulis besar di lambung kapal. Tapi, selang beberapa hari kemudian, sang kapten yang mendapati kapal itu tertambat di pelabuhan segera bisa mengenalinya, semudah ia sendiri bisa dikenali lewat sumpah serapahnya; “Sejuta topan badai! Itu kapalku!”

Ini soal esensi yang bertahan dalam kulit eksistensi yang dipaksa berganti. Perubahan pada tampilan luar tak cukup berhasil merubah apa yang ada di dalam; “Kau masih yang dulu.” Beda dari sebaliknya, yaitu ketika esensi itu yang diganti, walau kulit eksistensinya dipertahankan, semua akan ikut berubah. Misal, jika sang kapten menjual Karaboudjan kepada perompak, maka semua atribut Karaboudjan beserta seluruh struktur dan awak kapal yang masih sama tak akan lagi sanggup memaksa dua mata sang kapten untuk melirik, “Sudah bukan yang dulu lagi.”

***

Karaboudjan dan kaptennya adalah hubungan esensial yang tak terpisahkan, meski sudah dipaksa lewat pemberontakan.

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s