Eskalasi Kesulitan

tdg

Sebelumnya saya sudah merampungkan suatu pekerjaan dengan tingkat kesulitan yang belum pernah saya alami. Ternyata berhasil, dan wujud empirisnya disaksikan banyak orang dengan penilaian positif.

Terus apa?

Saya bisa kembali ke pekerjaan dengan skala kesulitan reguler. Tapi itu saja tidak membuat saya merasa ada perkembangan dalam hidup. Saya akan menantang diri saya sendiri dengan kesulitan yang ditingkatkan.

Jika sebelumnya sulit ada pada detil, sekarang ditambah pada ukuran. Besok mungkin pada aspek lain lagi. Begitu seterusnya. Dan begitulah doktrin profesi saya. Bukan “kalau bisa dibikin mudah, ngapain susah-susah?”

Setiap tantangan itu atas inisiatif saya sendiri, dan saya pula yang harus menuntaskan. Saya perlu tahu sampai batas mana kemampuan ini, sebelum tibanya masa kerapuhan fisik nanti.

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s