Dikunjungi Gubernur

Pengalaman pada 20 Mei 2015 silam di Studio 6 Emtek City Daan Mogot, Jakarta, rupanya sangat berkesan bagi bapak Ganjar Pranowo. Saat itu beliau membeli satu karya lukis saya dalam acara lelang, yang merupakan bagian dari rangkaian acara malam anugerah Liputan6 Awards SCTV.

Satu setengah tahun telah berlalu, namun Pak Ganjar dengan segala kesibukannya sebagai gubernur itu masih ingat siapa seniman yang lukisannya telah menghias ruang tamunya.

Lalu pada Minggu pagi tanggal 12 Februari 2017 ini, tiba-tiba saya–selagi masih menikmati sarapan bersama istri–didatangi seorang pria berbadan tegap yang memperkenalkan diri dengan santun sebagai staf gubernur. Saya meminta frasa ‘staf gubernur’ itu diulang untuk meyakinkan diri saya sendiri, dan ternyata saya tidak salah dengar. Gubernur Jawa Tengah akan singgah di galeri saya.

Di saat yang sama, pak Ganjar yang sejak pagi menempuh perjalanan dari Semarang dengan sepeda itu masih menemui para penyandang disabilitas kota Salatiga di selasar Kartini (trotoar Jalan Kartini yang menjadi ruang publik). Saya masih memiliki waktu untuk berbenah sekitar satu jam sebelum kedatangannya yang tampak biasa saja, layaknya rombongan tour sepeda pada umumnya.

Biasanya, saya sebagai rakyatlah yang harus sowan ke istana para pimpinan negara dengan melewati aturan protokoler yang ketat. Itu pun jika ada keberuntungan dalam bentuk undangan. Tapi kali ini dengan tak terduga justru saya yang didatangi. Kehadiran pak Ganjar didampingi pula oleh Plt Walikota Salatiga, Bp. Achmad Rofai, Kapolsek Sidomukti, dan Ketua Satpol PP Salatiga.

Ada semacam reuni singkat dalam kunjungan pak Ganjar ini. Beliau menceritakan apa yang membuatnya ingin berkunjung ke galeri saya selagi masih di kota Salatiga. Lukisan burung gereja hinggap di pohon murbei yang beliau beli dari saya satu setengah tahun silam itu telah menjadi bahan motivasi untuk setiap tamu-tamunnya. Maka perlulah kiranya dicari tahu, di manakah pelukisnya tinggal, kira-kira demikian jika saya mencoba merekonstruksi alur pikiran beliau.

“Oo, di sini to, kamu tinggal,” begitu kalimat yang diucapkan pak Ganjar selagi melangkah ke dalam ruang galeri saya.

Kunjungan beliau yang sudah pasti kehormatan besar bagi saya ini saya pastikan tidak sia-sia. Saya menghaturkan satu buku memoar saya, yang disambut dengan memborong beberapa eksemplar tambahan. Semoga buku itu dapat menjadi bahan motivasi yang lain lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s