Melukis sebagai Panggilan Jiwa

Saya tidak mau kelak meninggalkan hidup tanpa membekaskan jejak kebaikan yang menegaskan manfaat adanya saya di dunia. Dan sebagai pelukislah saya ingin dikenang oleh generasi esok yang tidak pernah sempat berjumpa.

Untuk itu saya harus mewariskan karya-karya terbaik sebanyak mungkin. Dan karya-karya itu juga harus dengan mudah dapat diakses oleh publik secara langsung.

Niatan seperti ini butuh energi besar untuk mewujudkannya. Suatu koleksi lukisan dalam jumlah yang memuaskan harus segera disediakan. Ruang untuk menampung dan memajangnya mesti layak untuk berbagai kunjungan. Dokumentasi dari perjalanan hidup segera ditata. Segalanya dipersiapkan untuk suatu masa di mana saya sudah tidak hadir lagi secara ragawi.

~o()o~

Saya tidak mau dalam hidup yang sedang saya jalani, tak ada peran yang saya sunggi untuk membuat saya punya arti. Menata warna pada kanvas untuk menghantar rasa indah ke hati orang, setipis apa pun rasa itu, telah membuang rasa sia-sia dari hati saya.

Menata garis dan bentuk, menyematkan makna-makna pada berbagai citra benda dan makhluk, sekalipun tidak mesti ada kesepahaman, telah membendung rasa tak berguna dari rongga dada.

Hari-hari yang berganti tak boleh terlewati tanpa satu goresan sekali pun, entah itu pada kanvas atau sekedar kertas usang. Dan meski nanti menumpuk bersama coretan-coretan lain.

Melukis bagi saya terlebih dahulu memenuhi kepuasan batin. Ini jauh mengawali hasrat-hasrat mengumpulkan materi, sebab itu bisa diserahkan pada hukum sebab-akibat yang pasti.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s