Coretan Pikiranku dalam Pandemi #11 Puisi

Jalan Patah

Tak jauh di aliran waktu lalu
manusia membiar hasrat-hasrat menderu
menggambar bayang megahnya esok lusa
di depan mata kelak pasti bersua.

Seperti tak ‘kan berkelok jalan membujur
ujungnya sudah menampak meski kabur
angan memperjelas yakin di dada
langkah kaki meringkas jarak mengada.

Sedepa saja jauh telah tersisa
perayaan mewujud tangan-tangan mengudara
letihnya laku tinggal untuk dikenang
tak disangka di tapak akhir wabah menghadang

Lekatnya angan tak hendak dilepas
rencana juga tak untuk ditanya ulang
biar saja nyawa menebus harga yang pantas
pongah manusia pada bahaya gemar menantang.

Sedang malu tak pernah mendapat ruang
rela berganti demi hidup tak terbuang.
Jika sudah terjelma nafas tak bisa panjang
tak ada arti menambat angan di awang-awang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s