About Me

SabarSubadriMy name is Sabar Subadri. I was born 40 years ago without both hands and one leg shorter than the other. As a common child, I liked playing with making sketches. I held a chalk between my toes while sitting on the floor. It was considered by my parents as a gift to live my life. Therefore I was encouraged to follow several drawing contests for children in my city.

My early artistic activities attracted the attention from the public, especially the journalists. One of the mass media that covered me was read by the representative of the Association of Mouth and Foot Painting Artists (AMFPA) in Jakarta. AMFPA itself is centered in Vaduz, Liechtenstein.

In 1991, when I was 12 years old, I became the student member of AMFPA. By doing so I have been receiving scholarship and having obligation to send artworks. I ought to then enhance my skill in painting by having a mentor, a local well known senior artist named Amir Rachmad. My learning period ended when my teacher passed away for lung cancer in 1997. I continued my study with doing my own experimentations.

Becoming an artist had become my life choice ever since.

I held my first solo exhibition in February 2013, in Jogja Gallery, Yogyakarta. I received Liputan 6 Awards, category “Never Give Up” in May, 2015. Three months later, I officiated my private gallery in Salatiga, named Saung Kelir. Within this gallery, I display my paintings to be seen by visitors every day. It is located on Jalan Merak no. 56, Klaseman, Salatiga, Central Java, Indonesia.

Please contact me for further acquaintance.


Nama saya Sabar Subadri, lahir 40 tahun yang lalu tanpa kedua tangan, dan dengan kaki kiri yang lebih pendek dari satunya. Sebagaimana umumnya anak kecil, saya suka mencorat-coret dengan alat apa pun yang saya temukan. Saya bisa menjepit kapur dengan jari-jari kaki lalu menggoreskannya di atas lantai. Kegiatan lumrah ini oleh orang tua dianggap sebagai bakat, dan dapat digunakan untuk menjalani hidup di masa depan. Karenanya, saya sering diikutsertakan dalam lomba-lomba gambar tingkat anak-anak.

Kegiatan kesenian di usia belia itu menarik perhatian publik, terutama para jurnalis. Salah satu majalah nasional yang meliput saya dibaca oleh perwakilan AMFPA di Jakarta pada tahun 1989. AMFPA adalah perkumpulan pelukis tanpa tangan seluruh dunia yang berpusat di Vaduz, Liechtenstein, Eropa.

Tahun 1991, saya resmi menjadi anggota AMFPA dengan jenjang student member. Sejak itu saya menerima beasiswa dari Asosiasi dan memiliki kewajiban untuk berkarya secara profesional. Karena itu saya perlu belajar melukis pada seseorang. Terpilihlah Amir Rachmad, pelukis tamatan ASRI 50-an, menjadi mentor saya selama delapan tahun. Pembelajaran dari pak Rachmad berakhir ketika ia meninggal dunia sebab kangker paru-paru.

Saya menggelar pameran tunggal pada Februari 2013, di Jogja Gallery sebagai pameran tunggal pelukis tanpa tangan pertama di Indonesia. Pada Mei 2015 saya menerima penghargaan Liputan6 Awards kategori Pantang Menyerah. Tiga bulan kemudian saya meresmikan galeri lukis saya, dengan nama Saung Kelir, beralamat di Jalan Merak no. 56 Klaseman, Mangunsari, Salatiga.

email:
sabarsubadri@yahoo.com
saung.kelir@gmail.com

Facebook:
Galeri Sabar Subadri

Instagram:
sabarsubadri

Disclaimer

  • This is my personal blog, and administered by myself.

  • The articles and other writings I post in this blog are representing my own thought, not others.

  • Should anyone gets objected by the content of the posts, may give some respond in the comment colomn.

  • I do not take responsibility to the comments given by the visitors.

  • I allow the visitors to reblog or share my posts, but not to copy, paste, and claim as their own writings.

  • Some of the paintings I display and sell within this blog are copyrighted by the AMFPA Worldwide

117 comments

  1. Senang sekali, akhirnya bisa melihat Bung Sabar Subadri melukis secara langsung, di PSLI 2010 kemarin. Salam Kenal, Salam Budaya.

    1. Terima kasih sudah berkenan singgah di blog saya. Saya juga senang bisa berpartisipasi di PSLI 2010.

      Btw, Mas Huda ini kemarin stand nomor berapa, ya? ๐Ÿ™‚

      1. Terima kasih kembali ๐Ÿ™‚
        Hehehe kemarin saya di stand 113… bareng Asnan Hajadi, Sing Kiem dan Harsoyo.

  2. Yth, Bapak Sabar Subandri.

    Perkenalkan nama saya Lia. Saya mahasiswi Desain Komunikasi Visual Universitas Kristen Petra Surabaya angkatan 2008.
    Saat ini saya dalam persiapan Tugas Akhir saya untuk persyaratan penyelesaian studi yang rencananya dimulai pada semester depan (awal tahun 2012).
    Saya tertarik untuk mengangkat biografi bapak. Yang ingin saya tanyakan apakah bapak bersedia?
    Untuk perencanaan waktunya, sekitar akhir Januari hingga Mei 2012, tetapi jadwal itu masih belum pasti, karena masih menunggu jadwal resmi dari universitas.
    Untuk jadwal pastinya, saya akan hubungi bapak kembali.

    Mohon maaf saya bertanya lewat sini, karena awalnya saya e-mail tapi tidak bisa.

    Terima kasih..
    Mohon balasannya bapak.. ๐Ÿ™‚

    1. Monggo, silakan.
      Semoga nanti waktu yang Anda pilih tidak bertabrakan dengan jadwal saya. Tapi biasanya saya lebih sering di rumah, hanya sekali-kali pergi.

      I am looking forward to your next information.

      Regard.

      1. boleh saya minta e-mail bapak yang selain di atas? e-mail yang tercantum di atas, tidak bisa.
        Ok pak, saya akan hubungi kemudian hari.. Terima kasih banyak

  3. mas ..aduh saya ni orang paling rugi..kemarin dari panitia PSLI di kasih kabarnya mendadak…jadi persiapan saya untuk ikut PSLI sangat lah kurang…jadi gak bisa ikut…..umpama bisa ikut wah alangkah senengnya bisa bertemu langsung ngobrol langsung dng panjenengan…..dari situlah aku mau kenal dng mas…sakniki kulo jenegan kirimi FB ne jenegan….matursuwuuun…….

    1. Hehehe… saya datang ke lokasi juga baru pada hari-hari terakhir, karena ada urusan lain.
      Monggo, saya sudah confirm fb-nya, tapi saya sudah jarang log-in.

  4. Salam kenal pak Sabar…

    saya tergelitik mencari-cari tentang bapak di google. Saya tahu saya pasti bisa mendapatkan *sesuatu dari mesin pinter itu. Dan nyatanya saya bisa terdampar di blog bapak ini.
    Senang sekali, sebenarnya bertahun-tahun saya mau *ngaku dosa, setiap kali saya menerima kiriman kartu di akhir tahun, saya selalu berjanji untuk mengirmnya by post….. tapi seperti yang bapak tulis istilahnya #janji tinggal janji… saya tidak pernah ke kantor pos.
    Saya suda berpindah tempat beberapa kali, tetapi anehnya *kartu lukisan bapak selalu datang setiap tahun diantar oleh pak post! Dan saya juga lagi-lagi berjanji nanti saya akan mengirimkannya melalui kantor pos.
    Lalu saya sempet juga marah, ini bukan salahku, aku gak minta, pak pos itu yang selalu datang… coba aja ada no rekeningnya… pasti akan lebih mudah bagiku.
    Dulu waktu ditahun-tahun awal saya masih sering mengirimkan lewat pos, dari kartu berharga dua ribu lima ratus, lalu menjadi dua puluh lima ribu, lalu menjadi tujuh puluh lima ribu….. saya lupa. Kiriman kartu dulu selalu saya tunggu-tunggu, karena itu membuat saya tidak harus keluar membeli kartu untuk mengirim ucapan pada orang-orang yang saya kasihi.
    Tetapi perjalanan hidup saya memang seperti *roller coaster, ada waktunya saya berhenti mengirimkan ucapan apa pun pada siapa pun. Tapi kartu bapak selalu setia hadir walau saya marah, kok datang lagi-datang lagi…..? Tapi lukisan-lukisan kartu dimeja itu … selalu mengademkan hati saya yang marah…. dan diujungnya itu yg selalu saya lakukan, “baiklah, nanti aku ke kantor pos” – dan lagi-lagi selalu terlewatkan. Tapi sekarang, perjalanan saya sudah tenang kembali, di meja saya ada tumpukan kartu bapak yang baru sempat saya buka sekarang. Christmas masih beberapa bulan mendatang, kartu ini mungkin sekarang bisa saya gunakan lagi sebagaimana tugasnya – menyampaikan ungkapan hati pada orang-orang tersayang –
    Terima kasih sekali lagi, pak Sabar…Anda selalu setia bertahun-tahun, konsisten tanpa henti mengirimkan kartu-kartu. Jangan pernah berhenti ya, pak… kartu-kartu itu adalah #penyambung rasa saya, bahwa betapa Tuhan Yang Maha Baik itu benar-benar memberikan kesempurnaan pada hidup saya, hidup bapak dan orang-orang lainnya.
    Selamat berjuang dan teruslah berkarya. Saya akan selalu mengunjungi blog bapak.

    ikhlas is myway
    Diza Firdaus

    1. Terima kasih, Diza.

      Memang hanya dengan mengirim paket kartu itulah, kami–para pelukis kaki dan mulut–dapat men-support hidup kami. Dan sistem pemasaran yang ditetapkan dari pusat Yayasan hanyalah pemasaran langsung, atau direct marketing. Sistem ini dioperasikan oleh publisher-publisher yayasan (untuk wilayah Indonesia publishernya beralamat di Lebak Bulus, Jakarta, bernama Yayasan Senilukis Indonesia). Mungkin sistem pemasaran langsung sedikit menyita perhatian para pelanggan dari kesibukan sehari-hari. Namun paket kartu itu bisa dikembalikan ke publisher, sekiranya tidak hendak dibeli, dengan mengemasnya pada amplop yang sama, dan memberi tulisan “Kembali ke pengirim”. Lalu, serahkan urusan berikutnya pada Pak Pos. ๐Ÿ™‚

      Tapi tentu saja, kami besar berharap agar setiap paket kartu itu terbeli. Karena itulah mata pencaharian kami. Dan saya sendiri berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas lukisan, agar ketika lukisan itu direproduksi ke dalam kartu ucapan tampak semakin cantik. Saya percaya, berkirim kartu kepada orang-orang tersayang memiliki efek emosional yang besar, lebih dekat, lebih akrab, dan lebih lama tersimpan.

      Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Anda, atas apresiasi yang diberikan buat kami. Terima kasih juga karena telah singgah di blog pribadi saya ๐Ÿ™‚

  5. Pak Sabar, selamat siang, Salam kenal ๐Ÿ™‚

    Saya Gerry, jurnalis dari majalah ASIAN Geographic JUNIOR Indonesia, yaitu majalah pendidikan dan pengetahuan umum dwi-bulanan untuk keluarga muda dan anak yang berlisensi dari Singapura. Sebenarnya sudah lama saya mengetahui AMFPA, tapi baru sekarang dapat kesempatan untuk mengangkat asosiasi ini ke rubrik majalah tempat saya bekerja. Sebelumnya mohon maaf pak, karena rencananya saya akan menulis soal AMFPA dengan mengambil referensi dari blog Anda dan artikel2 yang ada di internet. Mungkin dari pak Sabar sendiri mau menambahkan beberapa informasi terbaru soal AMFPA, bapak bisa kirim email ke ‘gerry.buana@gmail.com’. Majalah kami akan terbit September ini, harus kami kirim ke mana ya pak? apa ke alamat rumah bapak atau ke YSI di Lebak Bulus pak?

    Terima kasih

    1. Silakan, Mas Gerry.
      Untuk info tambahan dari saya, saya akan kirim via email. Tapi saya mohon waktu dua atau tiga hari, karena saya sekarang masih sibuk. Mas Gerry juga bisa mencari informasi tambahan ke Publisher (YSI) dengan mengirim email, atau berkunjung ke kantor di Lebak Bulus.
      Saya berterima kasih atas perhatian dan apresiasi ini. Liputan media tentu besar sekali manfaatnya.
      ๐Ÿ™‚

  6. Hari ini, utk sekian kalinya sejak akhir 2008 kami melakukan transfer ke data yg tertulis dalam formulir yg dikirim bersama kartu2 ucapan maupun kalender.
    Terus terang ada penasaran dalam hati saya, walaupun transfer yg kami lakukan adalah dari dana perusahaan, rasa ingin tahu saya secara pribadi terhadap aktivitas anggota amfpa tetap ada. Semoga saya bisa berjumpa dengan para anggota amfpa di Indonesia khususnya.
    Selamat berkarya dan terimakasih atas kiriman kartu yg tidak pernah putus.

    – Yeny –

    1. Salam Ibu Yeny,

      Terima kasih telah menjadi pelanggan setia dari kartu-kartu ucapan reproduksi karya lukis kami. Blog pribadi ini juga dalam rangka membuktikan kepada masyarakat bahwa keberadaan kami nyata adanya. Kami, para pelukis kaki dan mulut yang tergabung dalam AMFPA berdomisili di daerah masing-masing. Saya sendiri (Sabar Subadri) tinggal di Salatiga. Kami sedapat mungkin hadir di tengah masyarakat lewat kegiatan melukis, seperti berpartisipasi dalam ajang pasar seni atau perayaan hari-hari nasional.

      Sekalian dalam kesempatan ini saya mohon doa dari Ibu Yeny untuk kelancaran rencana saya berpameran tunggal di Jogja Gallery, pada awal Februari 2013 mendatang. Dan atau turut mengundang kehadirannya di sana. ๐Ÿ™‚

      Terima kasih,

      sabar s.

  7. Bapak Sabar….kira2 2 tahun yang lalu pas acara Benteng Vanderburg (Yogyakarta) saya sempet candid bapak…dan sebagai penyemangat saya sebagai perantau di kota Solo. Senang bisa mendapatkan laman bapak Sabar….Salam Hormat saya dan perkenalan….

    1. Salam kenal juga, Pak Wahyu…
      Wahaha… kalau boleh minta softcopy footage/photo-nya dong. ๐Ÿ™‚
      Terima kasih sudah singgah di blog ini.

  8. salam kenal mas Sabar Suubadri, saya sangat kagum dengan blok ini,pemikiran dan tulisan yang ada di blok ini memberikan banyak inspirasi dan motifasi, semoga tetap bisa berkarya ……

  9. Salam kenal Bapak Sabar…
    Perkenalkan saya Nika dari Kudus kota kretek…
    Senang sekali bisa mengunjungi blog bapak…
    Kalau misalnya di suatu kesempatan saya mengundang bapak untuk dapat memotivasi anak2 anak-anak/teman-teman berkebutuhan khusus, apakah bapak berkenan? bagaimana caranya pak?

    1. Terima kasih, Ibu Nika. Saya juga senang blog saya dikunjungi.
      Untuk jadi narasumber bisa kita diskusikan via email. Pada prinsipnya saya bersedia sekiranya waktunya tersedia. ๐Ÿ™‚

  10. salam kenal bapak !
    saya pengagum baru bapak ๐Ÿ™‚ saya kagum sekali dgn karya-karya bapak .
    bapak memotivasi saya ๐Ÿ™‚
    kalau boleh tau alamat facebook bapak apa ya ??

    1. Terima kasih Mbak Icha. Senang punya admirer ๐Ÿ™‚
      Saya jarang fesbukan, tapi kalau di-add saya confirm di Sabar Subadri.

  11. wonderful. GOD bless you, I have seen you on tv just now. you are true motivator for me. I really appreciate you, your produce very nice artwork. you paint from your heart. thanks, you give me motivation. ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

  12. Salam kenal. Subhanallah melalui tyangan tv ะงยชฮฎฤŸ sya lihat sya mndapat inspirasi dari anda ฯ‘รฎ tengah keterpurukan saya. Dan saya ucapkan banyak terimakasih pak, โ€ ยฎฯzฬ…ฬฒ berkarya dg karya ะงยชฮฎฤŸ lebih dahsyat lagi

  13. insyaallah nih om lagi dalam proses.karna bisa dibilang aku mulai masuk didunia seni pas dari sma ajah om
    ga dari kecil,bahkan aku kecil aku gasuka seni om
    ohh ya om menurut om gimana karyaku?
    jelek yah om? hehehe….

    1. Setiap proses berkesenian selalu melalui perkembangan gradual. Kapan pun mulainya. Jelek atau tidak, yang penting itu ekspresi diri. Bisa jadi ekspresi kita cocok dengan perasaan orang-orang tertentu. Cuma menemukan mana yang cocok itulah yang sulit. Resepnya, paparkan hasil karya kita seluas-luasnya. Dosen ISI bilang, “Masuki ruang-ruang presentasi.”

  14. salam kenal kang, tidak sengaja menemukan alamat jenengan ini dr fb teman di salatiga. menginspirasi. saya kirim email, mohon nanti dibuka ya kang. terimakasih.

  15. Mas Sabar Subadri,

    Salam kenal kembali.
    Mas Sabar pernah membantu saya waktu tahun 2002. Pada waktu itu saya aktif di organisasi international Harley Owers Group (HOG) – Jakarta Chapter, dan pada waktu saya ada program pengumpulan dana, lukisan Mas Sabar berupa gambar motor Harley-Davidson kita lelang.
    Alhamdulillah lukisan tersebut dinilai cukup tinggi, yang saya lupa berapa nilai persis nya.

    Hal yang sama rencana akan saya lakukan untuk kegiatan sekolah anak saya dalam mencari dana untuk kegiatan OSIS nya.
    Mungkin saya mau minta tolong Mas Sabar untuk melukiskan gambar gedung sekolah anak saya dari beberapa sudut pandang, kemudian kita lelang.
    Dan seperti dulu, sebagian hasil lelang lukisan tersebut akan kita kembalikan ke Mas Sabar.

    Mohon kirimkan kepada saya melalui e-mail pribadi saya, nomor telephone yang bisa dihubungi untuk berkomunikasi dengan Mas Sabar.

    Terima kasih sebelumnya dan salam sukses untuk Mas Sabar.

    Indra S. SAID

    1. Salam, Pak Indra.

      Saya masih ingat ketika melukis motor besar itu, dengan background pemandangan grand canyon.
      Saya senang bahwa karya saya mendapat apresiasi yang baik. Terima kasih untuk semua itu.
      Silakan periksa email Pak Indra. Saya menaruh pesan di sana.

  16. Mas sabar.. ga sengaja nemu blok ini.. salam dr saya teman smp.. satu kelas.. โ—ฆะฝรชโ—ฆะฝรซโ—ฆะฝรชโ—ฆะฝรซโ—ฆะฝรชโ—ฆยฐโ—ฆ :p เน‘ห†โŒฃห†เน‘

  17. Salam kenal Pak Sabar, saya salut dengan semangat bapak … bisa menjadi sumber motivasi dan inspirasi saya … tetap berkarya dan berkarya …

  18. Halo mas Sabar, masih ingat dengan saya? waktu mas Sabar ke Purwodadi dan ketemu anak-anak dari PLAN Grobogan, masih ingat kan? saya kepengin sekali sowan ke Salatiga mas, tapi tidak tahu alamatnya, kebetulan saya ini kuliah di Semarang.

  19. Halo mas Sabar. Masih ingat sama saya? Bagaimana sekarang kabarnya? Semoga sehat selalu. Terakhir saya sms, nggak terkirim. Saya iseng lihat blognya. Ternyata masih aktif nulis. Semoga tetap menginspirasi orang banyak dan tetap menghasilkan lukisan yang luar biasa. ๐Ÿ™‚

    1. Halo Lia. Bagaimana kabarnya? Masih di Surabaya, apa di Bali? Semoga sukses buat kamu. Terima kasih atas design biografinya. GBU. ๐Ÿ™‚

  20. Pak Sabar?Saya masih sekolah namun saya kepingin sekali kerja sambil sekolah apa pak sabar bisa menerima saya sbgai salah satu pegawai di tmpt kerja pak subardi ?

  21. sabar dan dewasa.

    Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini http://www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis ๐Ÿ™‚

    1. Terima kasih atas infonya, mbak Dewi. Mungkin suatu saat saya perlu hosting lokal.
      Untuk sementara tetap di wp saja dulu.
      Salam sukses.

  22. Assalamu’alaikum Sabar,,,
    Dulu pas SMP sukanya lagu Ebit GAD.

    Sekarang masih seneng ngk ya kira kira..?
    Sekarang dah jadi seniman besar seperti Ebit GAD

    Makin sukses ya Sabar..

    Hehehe

    Salam kangen
    Dari teman teman lama di SMP3

    1. Alaikum salam.. Habibi teman satu bangkuku, jenius, selalu menang main catur. Aku masih suka mendengarkan lagu-lagunya Ebiet G Ade.
      Kapan ke Salatiga?

  23. Salam kenal Pak Sabar Subadri yang selalu kreatif dan menginspirasi. Tahun 2000an saat masih berkarir di Jakarta Pusat, kantor kami membeli beberapa kartu ucapan Natal karya pelukis AMFPA. Ternyata hari ini saya menemukan dua kartu masih saya simpan sejak dulu. Yang lain-lain sudah terkirim ke relasi. Saya terkesan sekali dengan hasil lukisan yang natural. Saya luangkan waktu untuk google search. Senang bisa mampir ke blog Bapak yang tentunya mewakili teman-teman di AMFPA. Sukses dan sehat selalu ya Pak Sabar.

    1. Salam kenal juga, bu Merry. Terima kasih telah mengapresiasi karya-karya kami. Terima kasih juga telah singgah di blog saya. ๐Ÿ™‚

    1. Selamat siang bu Theresia.
      Terima kasih sudah menghubungi saya. Nomor saya sudah saya kirim via email.
      Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s