AMFPA

AMFPA (Association of Mouth and Foot Painting Artists) didirikan tahun 1956 oleh suatu grup pelukis di Eropa, yang melukis dengan mulut atau kaki karena tangannya tidak berfungsi. Para artis ini menyadari betapa pentingnya membentuk suatu perkumpulan dimana mereka bisa mempromosikan dan menjual karyanya sendiri secara komersil, di samping bisa menambah kreatifitas melalui hubungannya dengan artis serupa dari negara lain. Saat ini (2007) sudah ada 750 anggota di 75 negara. Perwakilan dari para artis juga duduk dalam badan manajemen asosiasi, di samping staff profesional lainnya.

Anggota AMFPA adalah siapa saja yang bisa melukis dengan mulut atau kakinya, karena tangannya tidak berfungsi. Dengan syarat bahwa karya artis tersebut memenuhi standar yang minimal dapat disejajarkan dengan hasil karya pelukis yang menggunakan tangan.

Keanggotaan AMFPA ada tiga jenjang: Student Member, Associate Member, dan Full Member. Syarat untuk melamar menjadi anggota: menyerahkan enam buah lukisan dan sertifikat dokter yang menyatakan bahwa kedua tangannya tidak dapat berfungsi. Keenam lukisan itu dinilai oleh juri yang terdiri dari tiga artis, dua pelukis normal yang sudah dikenal publik, dan Presiden AMFPA atau orang yang ditunjuknya.

Bila lukisan-lukisan tersebut dinilai belum memenuhi standar, artis bersangkutan akan diberi beasiswa selama tiga tahun untuk meningkatkan mutu lukisannya. Bila sudah mencapai standar, baru dapat dinilai sebagai anggota penuh dengan persetujuan anggota yang lain.

Bila seorang artis sudah diterima sebagai anggota penuh, asosiasi akan membayar honornya seumur hidup, walaupun terjadi hal-hal yang menyebabkan artis tersebut tidak bisa melukis lagi di kemudian hari.

Hasil karya para pelukis AMFPA direproduksi dalam bentuk kartu ucapan, kalender, kertas kado, pembatas buku, dll. Di Indonesia dijual dalam bentuk Kartu Spring, Kartu Lebaran, dan Kartu Natal. Honor bulanan para artis anggota dibayarkan dari hasil penjualan ini.

Cards collection from Sabar's paintings

Koleksi kartu dari lukisan Sabar Subadri


Sejarah Panjang AMFPA Internasional

Pada musim semi 1957, sebuah kelompok kecil dari para seniman tuna daksa Eropa yang tergabung dalam AMFPA (Association of Mouth and Foot Painting Artists) menggelar pertemuan pertamanya di Vaduz, Liechtenstein. Mereka adalah :

  • Eva Thor dari Swedia, meninggal pada tahun 1958,
  • Corry F. Riet dari belanda, meninggal pada tahun 1958,
  • Irene Schricker dari Jerman, meninggal pada tahun 1991,
  • Genevieve Barbedienne dari Prancis, meninggal pada tahun 1995,
  • Marlyse Tovae dari Prancis, meninggal pada tahun 2001,
  • Madeleine Jars dari Prancis, meninggal pada tahun 2004,
  • Bruno Schmitz-Hochburg dari Jerman, meninggal pada tahun 1962,
  • Henry Ullberg dari Swedia, meninggal pada tahun 1964,
  • Jan de Munter dari Belgia, meninggal pada tahun 1965,
  • Eugen Pirard dari Belgia, meninggal pada tahun 1971,
  • Cefischer dari Jerman, meninggal pada tahun 1974,
  • Rolf Thomassen dari Norwegia, meninggal pada tahun 1976,
  • Charles Pasche dari Swiss, meninggal pada tahun 1981,
  • Arnulf Erich Stegmann dari Jerman, meninggal pada tahun 1984,
  • Elof Lundberg dari Swedia, meninggal pada tahun 1986,
  • Erich Macho dari Austria, meninggal pada tahun 1995, dan
  • Sune Harry Fick dari Swedia, meninggal pada tahun 1997,

Mereka secara mufakat memilih Arnulf Erich Stegmann sebagai Presiden pertama AMFPA. Sementara Corry F. Riet dan Charles Pasche dipercaya untuk menjadi direktur. Para seniman tuna daksa ini mengumpulkan karya-karya lukis mereka untuk kemudian direproduksi ke dalam kartu-kartu ucapan dengan berbagai motif, seperti motif Natal, motif musim semi, dan motif-motif lain yang terus berkembang sesuai budaya di negara yang berbeda-beda.

AMFPA beranggotakan orang-orang tuna daksa yang berkarya menciptakan lukisan dengan mulut dan atau kaki, karena kehilangan fungsi tangan. Dengan keterbatasan fisik ini, para pendiri asosiasi memerlukan asistensi dari orang-orang dengan fisik lengkap. Di antara mereka yang dengan kebesaran jiwanya membantu menumbuhkan asosiasi adalah:

  • Hans Massberger

    Hans Massberger

    Hans Massberger, sejak umur 14 tahun telah bersahabat dengan Arnulf E. Stegmann. Mereka kerap melukis dan menggambar bersama-sama. Belakangan setelah asosiasi dibentuk, Mr. Massberger diminta oleh Presiden AMFPA itu untuk turut membantu dengan memberikan nasihat dan dukungan artistik.

  • Dr. Herbert Batliner, seorang pengacara di Liechtenstein. Dengan latar belakang profesi itu Mr. Batliner membantu asosiasi membuatkan badan hukum sesuai undang-undang yang berlaku di negeri itu. Namun sudah sejak satu tahun sebelumnya ketika asosiasi baru dibentuk ia telah menjadi penasihat hukum bagi asosiasi.

Demo lukis Mr. Stegmann

Demo lukis Mr. Stegmann

Semula AMFPA berkantor di tempat kerja Mr. Batliner, tetapi setahun kemudian kantor AMFPA berpindah di sebuah rumah di daerah pedesaan di Liechtenstein. Pada tahun-tahun berikutnya, para pendiri asosiasi mulai memperkenalkan keberadaannya kepada masyarakat di setiap negara asal mereka. Mereka menggelar pameran-pameran dan demonstrasi melukis di berbagai tempat, seperti rumah sakit, pusat-pusat rehabilitasi penyandang cacat, dan sekolah-sekolah.

AMFPA mulai dikenal di seluruh Eropa. Berbagai pameran dalam skala individu maupun bersama berjalan dengan sukses. Bahkan tokoh-tokoh terkenal pun mengagumi karya-karya seniman anggota AMFPA.

Arnulf Erich Stegmann sendiri tidak pernah lelah dalam eksplorasi seni. Meski dalam kondisi lemah, ia tak henti menjelajahi benua Eropa sepanjang tahun itu untuk menangkap impresinya ke dalam lukisan.

Anggota asosiasi kian bertambah, jumlah pengurusnya pun perlu ditingkatkan. Pertemuan-pertemuan berikutnya digelar di Paris, Edinburgh, Wina, dan Madrid. Pada 1965 utusan asosiasi berkumpul bersama di Toronto dalam konvensi yang pertama kali di luar Eropa.

Di saat yang sama, AMFPA berkembang ke seluruh dunia, ke Asia, Afrika, Amerika, Australia dan Selandia Baru, di mana anggota-anggotanya -para pelukis mulut dan kaki- bisa saling menghargai dalam keragaman budaya.

Kantor AMFPA pertama

Kantor AMFPA pertama

Seiring bertambah-kembangnya anggota AMFPA, bertambah pula tugas-tugas administratif asosiasi. Kantor lama yang merupakan rumah sederhana di desa itu terasa sudah tidak mencukupi. Sebuah gedung di kota Vaduz dipakai sebagai kantor yang baru. Pada saat itu, tahun 1977, anggota AMFPA sudah mencapai 143 orang dari seluruh dunia.

Tahun 1981 adalah tahun penyandang cacat internasional. AMFPA mendapat kerhormatan berupa undangan dari badan dunia PBB di Jenewa, untuk menggelar pameran lukisan di gedungnya. Pameran ini praktis mengundang perhatian masyarakat internasional.

Di sana Arnulf Erich Stegmann memberikan sambutan dalam pembukaan acara, yang ternyata itu adalah kali terakhir ia hadir di tengah rekan-rekannya. Kesehatannya kian memburuk, hingga tak bisa menghadiri konvensi di Johannesburg tahun berikutnya.

Arnulf Erich Stegmann meninggal pada 15 September 1984, di usianya ke 72. Bagi banyak orang, kematiannya merupakan hilangnya sosok yang memiliki semangat perjuangan yang panjang. Ia akan selalu dirindui oleh istri dan keempat anaknya. Ia termasuk segelintir orang yang terbukti mampu melewati beratnya hidup dalam keterbatasan, frustasi, dan rasa sakit. Adalah tugas asosiasi untuk melanjutkan perjuangannya sesuai dengan standar yang pernah ia tetapkan. Jenazahnya dimakamkan pada 15 September 1984 di Munich.

Arnulf E. Stegmann

Arnulf E. Stegmann

Juni 1985, sebuah pertemuan digelar di Madrid. Menindaklanjuti meninggalnya Arnulf Erich Stegmann, Presiden baru harus dipilih. Proses pemilihan dipimpin oleh Dr. Batliner. Para anggota memilih seorang pelukis kaki yang sangat sukses dari Prancis, Marlyse Tovae. Pengurus baru di bawah Presiden juga dipilih pada acara itu. Di samping itu juga ada sedikit perubahan dalam struktur kepengurusan, di mana fungsi baru ditambahkan yaitu Managing Director yang mengurusi tugas sehari-hari, yang bukan penyandang cacat. Tugas ini dipercayakan kepada Franz Moosleithner.

Buku 30 Tahun AMFPA

Buku 30 Tahun AMFPA

Ulang tahun AMFPA yang ke tiga puluh dirayakan di Vaduz, dihadiri oleh Putri Marie dari Liechtenstein. Pameran lukisan digelar dalam even itu, yang juga menarik perhatian dunia. Sebuah buku setebal 173 halaman yang penuh dengan gambar dari berbagai kegiatan asosiasi sejak awal berdiri diterbitkan untuk mengenang sejarah perjalanan asosiasi yang telah berumur 30 tahun. Saat itu, tahun 1987 anggota AMFPA mencapai 235 orang dari seluruh dunia.

Buku tentang A. E. Stegmann.

Buku tentang A. E. Stegmann.

Anggota AMFPA tidak hanya produktif dalam seni lukis tapi juga dalam sastra. Beberapa di antaranya ada yang menulis biografi, memoir, puisi, bahkan cerpen. Sebuah buku ditulis secara khusus untuk mengenang Arnulf Erich Stegmann sebagai pendiri dan sekaligus Presiden AMFPA pertama.

Kantor AMFPA sekarang

Kantor AMFPA sekarang

Pada tahun 1989, kantor AMFPA berpindah lagi dari Vaduz ke Schaan. Gedung yang baru ini memiliki kapasitas lebih luas untuk ruang para pegawai administrasi, dan juga ruang untuk menampung lukisan-lukisan yang dikirim para anggota dari seluruh dunia. Pengurus asosiasi melakukan rapat rutin tiga hingga empat kali setiap tahun di gedung ini.

Tiga tahun kemudian, sebuah konvensi delegasi dilaksanakan di Roma; memilh Ruth Christensen dari Denmark dan Bruce Peardon dari Australia untuk mengisi keanggotaan pengurus. Dalam acara itu turut hadir pula Paus Yohanes Paulus II.

Suksesnya seniman anggota AMFPA tak lepas dari luasnya apresiasi dari masyarakat yang membeli produk-produk asosiasi, berupa kartu-kartu ucapan dan kalender. Managing director Franz Moosleithner menekankan tugasnya pada pengembangan publisher. 46 publisher yang telah ada di seluruh dunia adalah: 2 di Australia dan Selandia Baru, 4 di Kanada dan Amerika Serikat, 4 di Amerika Selatan, 10 di Asia (termasuk Indonesia), 2 di Afrika, dan 24 di seluruh Eropa.

Buku lomba lukis bertema perdamaian

Buku lomba lukis bertema perdamaian

Pada perayaan ulang tahun ke 40, AMFPA menyelenggarakan lomba lukis bagi para anggotanya dengan tema perdamaian. 550 anggota berpartisipasi dalam lomba ini dengan 550 interpretasi yang berbeda terhadap tema yang sama. Semua hasil karya lukis itu diterbitkan ke dalam sebuah buku. Demi melihat kualitas lukisan-lukisan dalam lomba itu yang bagus, Biro Pos Liechtenstein memilih tiga dari mereka untuk dijadikan perangko.

Tahun 1997 adalah tahun ke empat puluh dari umur AMFPA. Sebuah perayaan digelar di Wina, Austria, dihadiri oleh 130 pelukis mulut dan kaki dari 33 negara. Perayaan berlangsung meriah dalam suasana kekeluargaan, dengan manajemen yang profesional dan efisien. 250 karya lukis dipamerkan di Balai Kota Wina, dihadiri oleh sekitar 20.000 pengunjung. Acara perayaan ini juga didokumentasikan ke dalam sebuah buku. Tercatat di tahun itu, AMFPA telah memiliki 471 anggota dari 61 negara.

Empat dasawarsa telah berlalu, namun para seniman anggota AMFPA tidak kehilangan semangat dan kreatifitasnya dalam berkarya. Tokoh-tokoh penting dalam dunia bisnis, seni, dan bahkan politik telah menjadi pelanggan setia. Namun yang lebih penting adalah kesediaan masyarakat dunia dalam membeli kartu-kartu dan kalender produk AMFPA, karena dengan demikian mereka mendukung kemandirian para seniman tuna daksa.

Workshop

Workshop pelukis AMFPA

Asosiasi juga mengadakan workshop secara rutin setiap tahun di berbagai negara. Di sana para anggota belajar bersama-sama di bawah bimbingan guru yang dipilih secara khusus, yang mengerti keterbatasan fisik para seniman tuna daksa.

Tahun 2001 adalah tahun ke enam belas kepemimpinan Ibu Marlyse Tovae. Sepanjang kepemimpinannya yang dibantu tim pengurus, asosiasi mengalami peningkatan signifikan dalam banyak hal: jumlah anggota meningkat dua kali lipat, jumlah publisher bertambah, demikian juga pendapatan asosiasi.

Marlyse Tovae dikenal sebagai seorang yang sangat toleran dan pluralis. Ia bersahabat dengan banyak orang dari latar belakang sosial dan budaya yang berbeda-beda. Ia ingat benar akan masa kecilnya yang berat, dan bagaimana ia belajar mengatasi masalah-masalah itu.

Marlyse Tovae meninggal pada 28 Juli 2001, tepat satu hari setelah hari lahirnya yang ke 68.

Marlyse Tovae

Marlyse Tovae

Sebuah pertemuan kemudian digelar di Lisabon pada Oktober 2002 berkenaan dengan meninggalnya Marlyse Tovae. Dalam pertemuan itu dipilih Presiden dan Anggota Pengurus baru. Hasilnya, AMFPA memiliki pemimpin baru dari Italia bernama Eros Bonamini.

Eros Bonamini lahir pada 1942, hidup bersama istrinya, Josephina, di kota Verona, Italia bagian utara. Ia telah menjadi anggota penuh sejak 1966, dan dipilih menjadi anggota pengurus pada 1984. Di negerinya sendiri, Italia, Mr. Bonamini dikenal sebagai seniman yang sangat kreatif. Dengan dibantu enam anggota pengurus lain, Mr. Bonamini memimpin AMFPA hingga November 2012.

Eros Bonamini meninggal pada 4 November 2012, pada usianya yang ke 69.

Sabar Subadri and Eros Bonamini at the exhibition in Singapore

Berdasar data tahun 2007, AMFPA memiliki 728 anggota dari 75 negara. 81 anggota dari Kanada dan Amerika Utara. 123 anggota tinggal di Amerika Selatan. 275 anggota dari Eropa, 63 dari Afrika, 147 dari Asia (termasuk 9 orang dari Indonesia), dan 39 dari Australia dan Selandia Baru.

Setiap anggota asosiasi, anak-anak, perempuan, ataupun laki-laki, mempunyai kisah hidupnya masing-masing. Memahaminya, mengapresiasi kemampuan seninya, menemani dan mendukung mereka sepanjang hidup telah menjadi tugas pokok asosiasi sejak pertama kali didirikan lebih dari 50 tahun silam.

Setelah perjalanan setengah abad ini (1957-2007), perkembangan yang terjadi pada asosiasi adalah sebagai berikut:

  • Jumlah anggota telah mencapai 750 pelukis mulut atau kaki dari 75 negara.
  • Karya-karya lukis para anggota direproduksi oleh 46 publisher yang tersebar di seluruh dunia.
  • Berbagai pameran lukisan digelar oleh para anggota di berbagai negara.
  • Seminar dan workshop dibimbing oleh guru-guru berpengalaman untuk mengembangkan keterampilan artistik para anggota.

AMFPA adalah sebuah keluarga besar dari orang-orang yang memiliki rasa percaya diri di samping keterbatasan fisiknya, namun mampu bertahan melalui kelebihan yang ada sehingga mereka dapat mengabdikan hidupnya pada seni tanpa rasa khawatir.

***

Pada Juli 2013, AMFPA Internasional menyelenggarakan sidang paripurna di Wina, Austria, dan memilih Serge Maudet–pelukis mulut dari Prancis–sebagai Presiden AMFPA yang baru. Sidang juga menetapkan Dr. Johannes Gasser sebagai penasehat hukum yang baru menggantikan Dr. Herbert Batliner. Sidang ini dipimpin oleh Mario Famlonga, Managing Director yang menggantikan Franz Moosleithner, sejak Oktober 2012.

President Serge Maudet with Sabar Subadri in Vien, Ausrtia

President Serge Maudet with Sabar Subadri in Vien, Austria

Sumber: video dokumenter 50 Years AMFPA Worldwide dengan update.